Beton bertulang

Aplikasi pemakaian beton bertulang.

Rajanya Semen

Icon Rajanya semen didukung dengan kwalitas semen bermutu

PT Semen Baturaja

Produsen tunggal semen bermutu untuk wilayah Sum-sel,Lampung,Jambi dan Bengkulu,Menunjang percepatan pembangunan Infrastruktur Sumatera Bagian selatan.

Jalan Layang Casablanca

Proses Joint Struktur

Konstruksi Jalan Layang

Ketepatan dan kekuatan Beton menjadi syarat utama dalam Konstruksi Beton

Mikroskopis Beton

Ikatan antara Agregat halus dan agregat kasar dengan pasta semen tanpa rongga .

Daftar isi

Jun 25, 2011

SNI 03-2847-2002 tentang Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung

SNI 03-2847-2002 tentang Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung ini semoga dapat bermanfaat. ( download Pdf: SNI 03-2847-2002)

SNI 03-4904-1998 METODE PENGUJIAN BOBOT ISI RONGGA UDARA DALAM AGREGAT

METODE PENGUJIAN 
BOBOT ISI DAN RONGGA UDARA DALAM AGREGAT
 SNI 03-4804-1998


RUANG LINGKUP : 

Metode ini mencakup ketentuan peralatan contoh uji, cara uji dan perhitungan berat isi dalam kondisi padat atau gembur dan rongga udara dalam agregat.

RINGKASAN :

Berat isi agregat adalah agregat persatuan isi ,Rongga udara dalam satuan Volume agregat adalah ruang diantara butir butir yang tidak diisi oleh partikel yang padat.

Peralatan :
1. Timbangan kapasitas 2 - 20 kg
2. Batang baja diameter 16 mm dan panjang 610 mm
3. Alat penakar kapasitas 2,8 - 100 liter 
4. Sekop atau Sendok serta Oven.

Contoh uji ditentukan jumlahnya mendekati 125-200 % dari jumlah yang diuji.dengan perhitungan isi mengunakan rumus :

M = ( G - T ) / V   atau  M = ( G - T ) x F

dimana :  M  =  Berat isi agregat kering Oven ( Kg/m3 )
               G  =  Berat agrerat dan penakar ( Kg )
               T   =  Berat penakar.(kg )
               V   =  Volume penakar ( m3)
               F   =  Faktor penakar (m3 )

Rumus agregat kering permukaan :

MssD  = M {( 1 + ( A + 100 ) }

Dimana : 
                MssD  = berat isi kering permukaan dalam (kg/m3)
                M      = berat kering oven  dalam ( kg/m3 )
                A      = Absorsi dalam %

Kadar Rongga Udara :
[ ( S x W ) ]  /  ( S x W ) x 100 % 

Dimana :   
               M  =  Berat isi dalam kondisi kering oven ( kg/m3 )
               S  =  Berat jenis agregat kering 
               W =  Kerapatan air ; 998 ( kg/3 )
               

Cara Pengujian :

1. Cara Tusuk : 
Isi penakar 1/3 dari volume takaran dan ratakan kemudian tusuk 25 x dan isi kembali sampai volume 2/3 ,ratakan kemudian tusuk kembali 25x, kemudian isi kembali sampai penuh dan tusuk lagi 25x lalu ratakan.

2. Cara Ketuk.
Isi takaran dengan agregat dalam 3 tahapan padatkan setiap  dalapisan/tahapan dengan mengetuk 50 kali kelantai,ratakan dan tentukan berat penakar dan isinya.

3. Cara Sekop.
Isi takaran dengan agregat secara berlebihan kemudian ratakan dan tentukan berat penakar dab isinya. 

SNI 03-1969-1990 METODE PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT KASAR

METODE PENGUJIAN 
BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT KASAR 
 SNI 03-1969-1990


RUANG LINGKUP : 

Metode pengujian ini dilakukan pada tanah jenis agregat kasar, yaitu yang tertahan oleh saringan berdiameter 4,75 mm (saringan No. 4). 

RINGKASAN : 

Metode ini sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dan penyerapan dari agregat kasar. Tujuannya untuk 
memperoleh angka berat jenis tersebut dan angka penyerapan. 
Peralatan yang digunakan antara lain keranjang kawat No. 6 atau No. 8, tempat air, timbangan, oven, saringan No. 4. Benda uji adalah agregat yang tertahan oleh saringan berdiameter 4,75 mm (saringan No. 4), yang diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara
penempatan, sebanyak kira-kira 5 kg. Prosedur pengujian meliputi tahapan sebagai berikut: cuci benda uji, keringkan dalam oven, 
kemudian dinginkan. Timbang dengan ketelitian 0,5 gr (Bk), rendam benda uji dalam air selama 24 jam. Selanjutnya keluarkan benda uji dari air lalu ditimbang benda uji kering permukaan jenuh (Bj), letakkan benda uji di dalam keranjang dan goncangkan batunya lalu tentukan beratnya di dalam air (Ba). Kemudian hitung berat jenis curah, berat jenis kering - permukaan jenuh, berat jenis semu, dan penyerapan dengan menggunakan rumus-rumus berikut: 

Berat Jenis curah                                  =  Bk / Bj - Ba 
Berat jenis kering - permukaan jenuh   =  Bj / (B – Ba) 
Berat jenis semu                                   =  Bk /(Bk – Ba) 
Penyerapan                                          =  100 ( Bj – Bk) /Bk 

Bk  :  berat benda uji kering oven; 
B :  berat benda uji kering oven permukaan jenuh; 
Bj  :  berat benda uji kering oven permukaan jenuh di dalam air; 

Hasil pengujian ini dapat digunakan dalam pekerjaan; penyelidikan quarry agregat; perencanaan campuran, pengendalian mutu beton, perencanaan campuran dan pengendalian mutu perkerasan jalan.

SNI 03-1968-1990 METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR

METODE PENGUJIAN  
TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR 
SNI 03-1968-1990

RUANG LINGKUP : 

Metode pengujian ini mencakup jumlah dan jenis-jenis tanah baik agregat halus maupun agregat kasar. 

RINGKASAN : 

Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan, tujuannya  untuk memperoleh distribusi besaran atau jumlah persen-tase butiran. Analisa saringan agregat ialah penentuan persen-tase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian
angka-angka prosentase di-gambarkan pada grafik pembagian butir. 
Peralatan yang digunakan ; timbangan, satu set saringan, oven, alat pemisah, mesin guncang jaringan, talam dan alat lainnya. 
Benda uji berupa jenis-jenis tanah baik agregat halus maupun agregat kasar yang diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempatan banyak. Berat minimum benda uji harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 

Agregat halus terdiri dari ; 
•  ukuran maksimum 4,76 mm; berat minimum 500 gram 
•  ukuran maksimum 2,38 mm; berat minimum 100 gram 

Agregat kasar antara lain terdiri dari ; 
• ukuran maksimum 3,5"; berat minimum 35 kg 
• ukuran maksimum 2,5"; berat minimum 25 kg 
• ukuran maksimum 1"; berat minimum 10 kg. 

Bila agregat berupa campuran dari agregat halus dan agregat kasar, agregat tersebut dipisahkan menjadi dua bagian dengan saringan no. 4. Prosedur pengujian meliputi tahapan sebagai berikut ; benda uji dikeringkan dalam oven, dengan suhu (110 +5) derajat celcius, sampai berat tetap. Saring benda uji lewat susunan saringan 
dengan ukuran saringan paling besar ditempatkan paling atas, saringan di-guncang dengan tangan atau mesin selama 15 menit kemudian hitung prosentase berat benda uji yang tertahan di atas masing-masing saringan terhadap berat total benda uji setelah disaring. Hasil pengujian ini dapat digunakan antara lain: untuk penyelidikan  quarry agregat, untuk perencanaan campuran 
dan pengendalian mutu beton. 

Comments

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More