Beton bertulang

Aplikasi pemakaian beton bertulang.

Rajanya Semen

Icon Rajanya semen didukung dengan kwalitas semen bermutu

PT Semen Baturaja

Produsen tunggal semen bermutu untuk wilayah Sum-sel,Lampung,Jambi dan Bengkulu,Menunjang percepatan pembangunan Infrastruktur Sumatera Bagian selatan.

Jalan Layang Casablanca

Proses Joint Struktur

Konstruksi Jalan Layang

Ketepatan dan kekuatan Beton menjadi syarat utama dalam Konstruksi Beton

Mikroskopis Beton

Ikatan antara Agregat halus dan agregat kasar dengan pasta semen tanpa rongga .

Daftar isi

Showing posts with label SNI. Show all posts
Showing posts with label SNI. Show all posts

Oct 7, 2011

SNI Untuk Konstruksi Jalan Raya



[ SNI 03-2416-1991 ] Metode Pengujian Lendutan Perkerasan Lentur dengan Alat Benkelman Beam
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data lapangan yang akan digunakan dalam penilaian struktur perkerasan, peramalan perwujudan perkerasan, perencanaan teknik perkerasan atau lapis tambahan di atas perkerasan

[ SNI 03-4427-1997 ] Metode Pengujian Kekesatan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Pendulum Judul direvisi menjadi : Cara Uji Kekesatan Permukaan Perkerasan Menggunakan Alat British Pendulum Tester (BPT)
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Revisi
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka kekesatan permukaan perkerasan beraspal atau perkerasan beton semen yang sudah dipadatkan. Standar ini menetapkan prosedur untuk mengukur kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat British Pendulum Skid Resistance Tester (BPT), termasuk prosedur untuk mengkalibrasi alat uji

[ SNI 03-6748-2002 ] Metode pengujian kekesatan permukaan jalan dengan MU-meter Judul direvisi menjadi : Cara Uji Kekesatan Pada Permukaan Perkerasan Menggunakan Alat MU-meter
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Revisi
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini meliputi ketentuan teknik peralatan, dan cara pengujian perkerasan jalan beraspal, baik campuran panas atau dingin, dan perkerasan beton semen dalam keadaan basah. Standar ini menetapkan cara pengukuran kekesatan (the side force friction) permukaan perkerasan menggunakan alat yang biasanya disebut Mu-meter

[ SNI 03-6752-2002 ] Metode Pengujian Kadar Air Dan Kadar Fraksi Ringan Dalam Campuran Perkerasan Beraspal.
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini membahas ketentuan persiapan dan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal

[ SNI 03-6753-2002 ] Metode Pengujian Pengaruh Air Terhadap Kuat Tekan Campuran Beraspal Yang Dipadatkan Judul direvisi menjadi : Cara Uji Ketahanan Campuran Beraspal Terhadap Kerusakan Akibat Rendaman
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Revisi
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini berisi cara pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan

[ SNI 03-6754-2002 ] Metode Pengujian Rongga Udara Dalam Campuran Perkerasan Beraspal Gradasi Rapat Dan Terbuka Yang Dipadatkan
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini meliputi metode pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan

[ SNI 03-6755-2002 ] Metode Pengujian Berat Jenis Nyata Campuran Beraspal Yang Dipadatkan Dengan Menggunakan Benda Uji Berlapiskan Parafin
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal yang dipadatkan dan harus digunakan untuk benda uji yang mempunyai rongga udara terbuka atau saling berhubungan, atau mempunyai penyerapan air lebih dari 2 % terhadap isi. Berat jenis nyata dari campuran beraspal yang dipadatkan mungkin digunakan untuk menghitung satuan berat dari campuran itu

[ SNI 03-6756-2002 ] Metode Pengujian untuk Menentukan Tingkat Kepadatan Perkerasan Beraspal
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode pengujian ini untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal yang dibandingkan terhadap benda uji standar dari material yang sama dan berada dalam toleransi perencanaan campuran

[ SNI 03-6757-2002 ] Metode Pengujian Berat Jenis Nyata Campuran Beraspal di Padatkan Menggunakan Benda Uji Kering Permukaan Jenuh
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode pengujian ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan, prosedur dan untuk digunakan dalam menghitung berat volume campuran

[ SNI 03-6758-2002 ] Metode Pengujian Kuat Tekan Campuran Beraspal
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan untuk Lapis permukaan dan lapis Pondasi Jalan

[ SNI 03-6884-2002 ] Metode pengujian analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan
Jenis : Standar, tipe : Metode Uji. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan, cara uji dan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan. Lingkup pengujian mencakup : 1) persiapan benda uji, 2) persiapan peralatan, 3) cara uji, dan 4) pelaporan

[ SNI 03-4814-1998 ] Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas
Jenis : Standar, tipe : Spesifikasi. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya

[ SNI 03-4815-1998 ] Spesifikasi Pengisi Siar Muai Siap Pakai Untuk Perkerasan Dan Bangunan Beton
Jenis : Standar, tipe : Spesifikasi. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai, ukuran dan toleransi, dan sifat fisik

[ SNI 03-6751-2002 ] Spesifikasi Bahan Lapis Penetrasi Makadam
Jenis : Standar, tipe : Spesifikasi. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan mutu agregat yang akan digunakan yang bertujuan untuk menjamin keseragaman kekuatan dan keawetan lapis penetrasi makadam

[ SNI 03-1732-1989 ] Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Analisa Metode Komponen
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya

[ SNI 03-2403-1991 ] Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini bertujuan untuk menda-patkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan

[ SNI 03-3425-1994 ] Tata Cara Pelaksanaan Lapis Tipis Beton Aspal untuk Jalan Raya
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan

[ SNI 03-3426-1994 ] Tata Cara Survai Kerataan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Ukur Kerataan NAASRA
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai permukaan perkerasan jalan dengan alat ukur NAASRA untuk mendapatkan keseragaman nilai kerataan

[ SNI 03-3437-1994 ] Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Kapur untuk Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku

[ SNI 03-3438-1994 ] Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku

[ SNI 03-3439-1994 ] Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan kapur untuk Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan

[ SNI 03-3440-1994 ] Tata Cara Pelaksanaan Stabili-sasi Tanah dengan Semen Portland untuk Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di lapangan yang sesuai dengan perencanaan

[ SNI 03-3978-1995 ] Tata Cara Pelaksanaan Beton Aspal Campuran Dingin dengan Aspal Emulsi untuk Perkerasan Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan

[ SNI 03-3979-1995 ] Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) untuk Permukaan Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan

[ SNI 03-3980-1995 ] Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Dua Lapis (Burda) untuk Permukaan Jalan
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan

[ SNI03-2853-1992 ] Tata Cara Pelaksanaan Lapis Pondasi Jalan dengan Batu Pecah
Jenis : Standar, tipe : Tata Cara. Status : Tetap
Bidang : Jalan Dan Jembatan, sub bidang : Perkerasan Jalan
Tata cara ini digunakan untuk menda-patkan lapis pondasi jalan menggunakan batu pecah yang memenuhi syarat sebagai lapis pondasi

Jun 25, 2011

SNI 03-2847-2002 tentang Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung

SNI 03-2847-2002 tentang Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung ini semoga dapat bermanfaat. ( download Pdf: SNI 03-2847-2002)

SNI 03-4904-1998 METODE PENGUJIAN BOBOT ISI RONGGA UDARA DALAM AGREGAT

METODE PENGUJIAN 
BOBOT ISI DAN RONGGA UDARA DALAM AGREGAT
 SNI 03-4804-1998


RUANG LINGKUP : 

Metode ini mencakup ketentuan peralatan contoh uji, cara uji dan perhitungan berat isi dalam kondisi padat atau gembur dan rongga udara dalam agregat.

RINGKASAN :

Berat isi agregat adalah agregat persatuan isi ,Rongga udara dalam satuan Volume agregat adalah ruang diantara butir butir yang tidak diisi oleh partikel yang padat.

Peralatan :
1. Timbangan kapasitas 2 - 20 kg
2. Batang baja diameter 16 mm dan panjang 610 mm
3. Alat penakar kapasitas 2,8 - 100 liter 
4. Sekop atau Sendok serta Oven.

Contoh uji ditentukan jumlahnya mendekati 125-200 % dari jumlah yang diuji.dengan perhitungan isi mengunakan rumus :

M = ( G - T ) / V   atau  M = ( G - T ) x F

dimana :  M  =  Berat isi agregat kering Oven ( Kg/m3 )
               G  =  Berat agrerat dan penakar ( Kg )
               T   =  Berat penakar.(kg )
               V   =  Volume penakar ( m3)
               F   =  Faktor penakar (m3 )

Rumus agregat kering permukaan :

MssD  = M {( 1 + ( A + 100 ) }

Dimana : 
                MssD  = berat isi kering permukaan dalam (kg/m3)
                M      = berat kering oven  dalam ( kg/m3 )
                A      = Absorsi dalam %

Kadar Rongga Udara :
[ ( S x W ) ]  /  ( S x W ) x 100 % 

Dimana :   
               M  =  Berat isi dalam kondisi kering oven ( kg/m3 )
               S  =  Berat jenis agregat kering 
               W =  Kerapatan air ; 998 ( kg/3 )
               

Cara Pengujian :

1. Cara Tusuk : 
Isi penakar 1/3 dari volume takaran dan ratakan kemudian tusuk 25 x dan isi kembali sampai volume 2/3 ,ratakan kemudian tusuk kembali 25x, kemudian isi kembali sampai penuh dan tusuk lagi 25x lalu ratakan.

2. Cara Ketuk.
Isi takaran dengan agregat dalam 3 tahapan padatkan setiap  dalapisan/tahapan dengan mengetuk 50 kali kelantai,ratakan dan tentukan berat penakar dan isinya.

3. Cara Sekop.
Isi takaran dengan agregat secara berlebihan kemudian ratakan dan tentukan berat penakar dab isinya. 

SNI 03-1969-1990 METODE PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT KASAR

METODE PENGUJIAN 
BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT KASAR 
 SNI 03-1969-1990


RUANG LINGKUP : 

Metode pengujian ini dilakukan pada tanah jenis agregat kasar, yaitu yang tertahan oleh saringan berdiameter 4,75 mm (saringan No. 4). 

RINGKASAN : 

Metode ini sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dan penyerapan dari agregat kasar. Tujuannya untuk 
memperoleh angka berat jenis tersebut dan angka penyerapan. 
Peralatan yang digunakan antara lain keranjang kawat No. 6 atau No. 8, tempat air, timbangan, oven, saringan No. 4. Benda uji adalah agregat yang tertahan oleh saringan berdiameter 4,75 mm (saringan No. 4), yang diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara
penempatan, sebanyak kira-kira 5 kg. Prosedur pengujian meliputi tahapan sebagai berikut: cuci benda uji, keringkan dalam oven, 
kemudian dinginkan. Timbang dengan ketelitian 0,5 gr (Bk), rendam benda uji dalam air selama 24 jam. Selanjutnya keluarkan benda uji dari air lalu ditimbang benda uji kering permukaan jenuh (Bj), letakkan benda uji di dalam keranjang dan goncangkan batunya lalu tentukan beratnya di dalam air (Ba). Kemudian hitung berat jenis curah, berat jenis kering - permukaan jenuh, berat jenis semu, dan penyerapan dengan menggunakan rumus-rumus berikut: 

Berat Jenis curah                                  =  Bk / Bj - Ba 
Berat jenis kering - permukaan jenuh   =  Bj / (B – Ba) 
Berat jenis semu                                   =  Bk /(Bk – Ba) 
Penyerapan                                          =  100 ( Bj – Bk) /Bk 

Bk  :  berat benda uji kering oven; 
B :  berat benda uji kering oven permukaan jenuh; 
Bj  :  berat benda uji kering oven permukaan jenuh di dalam air; 

Hasil pengujian ini dapat digunakan dalam pekerjaan; penyelidikan quarry agregat; perencanaan campuran, pengendalian mutu beton, perencanaan campuran dan pengendalian mutu perkerasan jalan.

SNI 03-1968-1990 METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR

METODE PENGUJIAN  
TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR 
SNI 03-1968-1990

RUANG LINGKUP : 

Metode pengujian ini mencakup jumlah dan jenis-jenis tanah baik agregat halus maupun agregat kasar. 

RINGKASAN : 

Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan, tujuannya  untuk memperoleh distribusi besaran atau jumlah persen-tase butiran. Analisa saringan agregat ialah penentuan persen-tase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian
angka-angka prosentase di-gambarkan pada grafik pembagian butir. 
Peralatan yang digunakan ; timbangan, satu set saringan, oven, alat pemisah, mesin guncang jaringan, talam dan alat lainnya. 
Benda uji berupa jenis-jenis tanah baik agregat halus maupun agregat kasar yang diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempatan banyak. Berat minimum benda uji harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 

Agregat halus terdiri dari ; 
•  ukuran maksimum 4,76 mm; berat minimum 500 gram 
•  ukuran maksimum 2,38 mm; berat minimum 100 gram 

Agregat kasar antara lain terdiri dari ; 
• ukuran maksimum 3,5"; berat minimum 35 kg 
• ukuran maksimum 2,5"; berat minimum 25 kg 
• ukuran maksimum 1"; berat minimum 10 kg. 

Bila agregat berupa campuran dari agregat halus dan agregat kasar, agregat tersebut dipisahkan menjadi dua bagian dengan saringan no. 4. Prosedur pengujian meliputi tahapan sebagai berikut ; benda uji dikeringkan dalam oven, dengan suhu (110 +5) derajat celcius, sampai berat tetap. Saring benda uji lewat susunan saringan 
dengan ukuran saringan paling besar ditempatkan paling atas, saringan di-guncang dengan tangan atau mesin selama 15 menit kemudian hitung prosentase berat benda uji yang tertahan di atas masing-masing saringan terhadap berat total benda uji setelah disaring. Hasil pengujian ini dapat digunakan antara lain: untuk penyelidikan  quarry agregat, untuk perencanaan campuran 
dan pengendalian mutu beton. 

Comments

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More